Khilafah bukan format yang pas untuk Indonesia?

Dalam sebuah acara diskusi dengan tema : “Mencari Format Terbaik Mensejahterakan Indonesia”, saat sesi tanya jawab terjadi dialog sebagai berikut ;

Peserta diskusi : Saudara moderator, saudara moderator…., mohon saya di beri kesempatan menanggapi pembicara !

Moderator : Silahkan pak…, apa tanggapannya ?

Peserta diskusi : Saya heran dengan adik pembicara yang satu itu…, maaf saya panggil adik karena usia Anda jauh di bawah usia saya.

Pertanyaan saya…, mengapa Anda ngotot sekali dengan ide Khilafah sebagai format yang pas bagi Indonesia ? Padahal Indonesia ini sistemnya demokrasi dan asasnya Pancasila, Demokrasi Pancasila sudah final dik…, sebagai kesepakatan bersama seluruh bangsa Indonesia.


Pembicara : Saya sebenarnya bukan bermaksud ngotot pak, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa sistem khilafah adalah sistem terbaik dan saya berusaha mengalirkan keyakinan saya pada forum diskusi ini.  Sepanjang penjelasan saya tadi saya juga sudah sampaikan argumentasinya.

Adapun pernyataan Bapak, bahwa sistem yang ada sekarang sudah final…, menurut pandangan saya pernyataan seperti itu tidak fair ! Bagaimana kita sepakat sudah final sementara banyak sekali saudara-saudara kita yang masih terbelenggu dalam kemiskinan, kebodohan dan tidak memiliki akses kepada pelayanan kesehatan. Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah perubahan.

Bagi mereka yang tersejahterakan oleh sistem yang tidak adil ini, inginnya sistem yang ada sekarang sudah final.  Tapi bagaimana dengan mereka yang tertindas dan terpinggirkan ?  Disinilah terlihat pernyataan bahwa sistem sekarang sudah final, sangat tidak fair.

Peserta Diskusi : Saya masih belum bisa menerima, logikanya sebenarnya sederhana saja…, begini ya dik…! Kita ini orang Indonesia, tinggal di Indonesia dan Indonesia punya sistem yang sudah berlaku…, kalau Anda tidak sepakat dengan sistem Demokrasi Pancasila ya… jangan tinggal di Indonesia !

Silahkan keluar dari Indonesia…, cari negara lain terserah yang mana !

Pembicara : Sabar ya pak…, saya coba memahami logika yang bapak sampaikan tadi.  Dengan logika tersebut saya bisa katakan begini : “Bumi ini milik Alloh, siapa saja yang tidak setuju dengan Syariat Alloh, silahkan keluar dari bumi Alloh ini. Cari bumi yang lain…!

Peserta diskusi : (terdiam) Ya…, jangan begitu dong dik.

Pembicara : (melanjutkan penjelasannya) Alloh itu yang menciptakan manusia, Dia pasti tahu apa yang dibutuhkan makhluknya ini.  Alloh menciptakan matahari, sejak diciptakan sampai saat ini matahari masih tetap dibutuhkan.  Alloh juga yang menciptakan udara dan air, sampai kapanpun kita tetap butuh pada air dan udara tersebut.

Mustahil Alloh menurunkan aturan, yakni Syariat Islam yang manusia tidak mebutuhkannya.  Padahal kebutuhan kita akan aturan dari Alloh SWT jauh lebih penting dari kebutuhan-kebutuhan fisik tadi.

Bukankah kita semua akan meninggalkan dunia ini, dan memasuki kehidupan yang sebenarnya, Kehidupan Akherat. Keselamatan kita di akherat sangat tergantung pada keimanan kita pada SyariatNya dan kesesuaian amal kita dengan SyariatNya.

Satu-satunya sistem yang memungkinkan Syariat Islam diterapkan secara kaffah / utuh hanyalah sistem Khilafah.

Moderator : Bagaimana pak, cukup penjelasannya ?

Peserta diskusi : Cukup, terima kasih atas pencerahannya.

by Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: