Hizbut Tahrir BUKAN Inspirator TERORISME

Pasca ledakan bom dan “pengakuan” Nurdin M Top di http://mediaislam-bushro.blogspot.com/ semalam ada diskusi menarik di TVOne membahas masalah itu.

Dan yang tidak kalah menarik pernyataan/tuduhan mantan Kepala BIN, Hendropriyono yang menyebut, pelaku terorisme itu adalah kelompok Wahhabi. ( sempat disebut 2 nama Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir ).
Untuk menjelaskan dan menegaskan kembali metode dakwah Hizbut Tahrir yang tanpa kekerasan sekaligus menepis beberapa logika dan tuduhan kepada HT berkaitan dengan kekerasan, berikut kami menghadirkan wawancara singkat dengan Ustad Muhammad Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia ( yang kami kutib dari majalah Al-Waie edisi 65 – Rubrik Hiwar ).
Ustad, Hizbut Tahrir (HT) saat ini eksis di hampir 40 negara, termasuk di negeriBarat yang yang mayoritas non-Muslim. Bisa dijelaskan kembali, apa sebetulnya visi dan misi perjuangan HT di dunia?
Hizbut Tahrir berjuang atau berdakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam (li isti’nâf al-hayâh al-islâmiyyah). Artinya, Hizbut Tahrir dengan dakwahnya itu ingin mengajak kaum Muslim di seluruh dunia ke pengamalan kembali seluruh hukum Islam; dalam masalah akidah, ibadah, makanan, minuman, pakaian, akhlak, dakwah, muamalat, dan ‘uqûbât dengan jalan menegakkan Khilafah Islam dan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. HT percaya, bahwa hanya melalui Khilafah sajalah syariah lslam dapat diterapkan secara utuh. Saat itulah kerahmatan Islam yang dijanjikan akan bisa dirasakan oleh seluruh manusia, Muslim atau non-Muslim. Dengan demikian, sesungguhnya apa yang diperjuangkan oleh HT adalah demi umat manusia secara keseluruhan. Bukankah kehidupan masyarakat dunia yang adil, damai, dan sejahtera itu yang mereka inginkan? Mungkinkah itu semua bisa diwujudkan tanpa Islam? Kapitalisme yang kini memimpin dunia telah nyata terbukti gagal mewujudkan tatanan masyarakat yang diidam-idamkan itu. Yang terjadi bukan keadilan dan kesejahteraan. Ketidakadilan justru terjadi dimana-mana—yang besar menindas yang kecil, dan yang kaya makin kaya, sementara yang miskin makin miskin. Bukan pula kedamaian yang ada, melainkan konflik dan peperangan yang terus terjadi. Negeri yang semula damai bahkan sekarang hancur diacak-acak oleh mereka.
Tahrir artinya pembebasan. Artinya, HT memiliki misi ”membebaskan”. Siapa yang dibebaskan? Apakah hanya kaum Muslim? Dibebaskan dari apa atau siapa?
HT memang ingin membebaskan manusia, bukan hanya Muslim, tetapi juga umat manusia secara keseluruhan; dari penghambaan kepada manusia menuju pada ketundukan dan penghambaan kepada tuhannya manusia (tahrîr an-nâs min ‘ibâdah an-nâs ilâ ibâdati Rabb an-nâs). Kenyataan yang kita lihat sekarang ini, manusia pada umumnya dan umat Islam khususnya, tunduk pada ideologi dan kekuatan sekular. Dalam kondisi begini, mereka tentu tidak bisa sepenuhnya melaksanakan syariat Islam sebagai wujud ketaatannya kepada Allah Swt., Zat Yang wajib disembah. Bahkan yang terjadi adalah dipaksakannya atas mereka ideologi dan aturan sekular di berbagai lapangan kehidupan, yang justru bertentangan dengan syariah. Ditambah lagi, kekuatan imperialis memaksa pula penguasa negeri-negeri Muslim untuk tunduk melayani kepentingan ekonomi dan politik mereka. Walhasil, kita semua saat ini sesungguhnya dalam keadaan terjajah. Kita tidak merdeka. Kita terjajah. Di sinilah perlunya gerakan pembebasan. Di sini pula HT berjuang.
Bisa Ustad jelaskan kembali secara singkat dan gamblang tentang metode dakwah HT yang tanpa kekerasan itu?
Perjuangan HT membebaskan manusia melalui tegaknya kembali kehidupan Islam, yang di dalamnya diterapkan syariah Islam, diawali dengan menggugah kesadaran umat Islam akan jatidiri mereka sebagai seorang manusia yang diciptakan Allah untuk beribadah dan mewujudkan kerahmatan Islam di atas muka bumi. Kesadaran ini hanya mungkin dilakukan dengan metode fikriyyah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah, yakni memasukkan pemikiran Islam ke dalam diri umat; bukan dengan kekerasan, karena kekerasan tidak akan menghasilkan kesadaran. Sesat pikir hanya bisa diluruskan dengan pikiran baru yang benar, bukan dengan kekerasan.
Apa yang menjadi dasar HT menetapkan metode dakwahnya tanpa kekerasan? Apakah ini hanya taktik saja?
Ini bukan sekadar taktik. HT melakukan ini sebagai ittiba’ (mengikuti) tharîqah (metode) dakwah Rasulullah. Selama dakwahnya di Makkah, meski menghadapi banyak sekali tantangan, termasuk tantangan fisik, Rasulullah tetap fokus pada penyadaran; memanggil akal, rasa, dan nurani manusia ketika itu untuk benar-benar beriman kepada Allah. Terbukti, cara seperti itulah yang telah mengubah banyak orang ketika itu, termasuk Umar bin al-Khaththab, yang awalnya sangat menentang, menjadi pembela Islam yang terkemuka.
Sebagian orang beranggapan, tidak mungkin dalam upaya penegakan syariah dan Khilafah tidak menggunakan kekerasan dan jihad. Bagaimana menurut Ustad?
Perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah tentu memerlukan kekuatan, yakni kekuatan politik. Kekuatan politik adalah kekuatan masyarakat didukung oleh ahl al-quwwah (orang-orang yang berpengaruh dan memiliki kekuatan—dana, sarana, politik, termasuk tentu kekuatan militer, dan yang lainnya) yang sama-sama telah memiliki kesadaran politik Islam dan menuntut perubahan kearah Islam. Jadi, kekuatan utama adalah umat yang sadar itu. Di sinilah pentingnya penyadaran umat harus terus menerus dilakukan. Umat yang tidak sadar justru akan menghalangi tegaknya syariah dan Khilafah seperti yang kita lihat sekarang. Mengapa perjuangan penegakan syariah di Indonesia demikian sulit, padahal ini adalah negeri mayoritas Muslim, dan hampir seluruh pejabat tingginya pun Muslim? Jawabannya, ya karena banyak yang belum sadar; mereka bukannya mendukung malah menghalangi perjuangan itu. Umat yang sadar itu pula yang akan membela syariah dan Khilafah dari rongrongan pihak yang tidak suka. Mereka akan membela perjuangan ini dengan segala daya dan kekuatan.
Ada juga yang mengatakan, meski HT mengaklaim berjuangan tanpa kekerasan, suatu saat HT pasti akan menggunakan kekerasan, yaitu pada saat thalab an-nushrah (penggalangan dukungan/pertolongan) dari ahl a-quwwah demi meraih kekuasaan dari umat.
Thalab an-nushrah atau menggalang pertolongan adalah bagian dari metode dakwah Rasulullah saw. sebagaimana terlihat ketika beliau meminta pertolongan kepada kaisar Najasyi. Pertolongan itu diperlukan bagi perlindungan terhadap keberlangsungan dakwah atau untuk meraih kekuasaan sebagaimana yang juga beliau lakukan ketika beliau meminta pertolongan kepada sejumlah kabilah yang kemudian mendukung beliau saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Bahwa sang penolong itu memiliki kekuatan fisik dan kemudian dalam menolong itu menggunakan kekerasan, itu adalah hak yang bersangkutan dalam mewujudkan kehendaknya melindungi orang yang ingin dilindungi. Thalab an-nushrah tentu masih relevan dilakukan dewasa ini. Intinya, siapapun orangnya, dengan penyadaran yang baik serta sentuhan rasa dan jiwa yang tepat, akan terdorong untuk mendukung perjuangan ke arah kebaikan. Itulah yang terjadi pada orang-orang berpengaruh yang kemudian menolong Rasul. Itu pula yang insya Allah bakal terjadi pada HT dalam perjuangan menegakkan syariah dan Khifalah dewasa ini.
Ustad, ada yang menuduh HT menginspirasi gerakan kekerasan, benarkah demikian?
Itu fitnah. Memang, segala cara coba ditempuh untuk mendiskreditkan HT. Dari mana mereka bisa mengatakan bahwa HT telah menginspirasi gerakan kekerasan? Bila yang dimaksud adalah seruan jihad dalam pernyataan resmi HT berkenaan dengan invasi AS di Afganistan dan Irak, maka itu adalah seruan wajar. Bahkan, memang harusnya begitu. Serangan fisik haruslah dihadapi dengan kekuatan fisik pula. Kalau kita mengatakan bahwa tindakan kekerasan adalah kejahatan, maka mestinya apa yang dilakukan AS di Afganistan dan Irak yang jelas-jelas menyerang dengan kuatan militer juga harus dinyatakan sebagai kejahatan. Kenyataannya?
Zeyno Baran, Nixon Center, berusaha keras memaksakan pengaitan HT dengan kekerasan. Ia menuduh bahwa peran HT adalah ”memiliterisasi ranah ideologi”. Apakah ideologi HT ideologi radikal?
Itu juga tuduhan palsu dan hanya merupakan upaya untuk meletakkan HT yang memang telah lama ingin dijadikan sebagai sasaran tembak. Istilah ‘militerisasi ranah ideologi’ adalah istilah jadi-jadian yang tidak menemukan faktanya. Bagaimana Anda tahu bahwa ideologi seseorang telah dimiliterkan? Jihad yang sering diserukan oleh HT sebagai jalan perlawanan atas penindasan dan penjajahan yang dilakukan oleh negara Barat di sejumlah negeri Muslim adalah ajaran Islam. Ia menjadi spirit utama perlawanan sejak masa Rasulullah hingga sekarang. Itu tidak bisa diartikan memiliterisasikan ajaran Islam. Apakah orang Islam tidak boleh melawan ketika ditindas? Apakah hanya mereka yang boleh melakukan kekerasan? Bagaimana kalau mereka yang ditindas, apa yang akan mereka lakukan? Tetap menyerukan anti kekerasan?
Tapi, Ustad, ada juga tuduhan lain. Katanya, orang-orang yang keluar dari HT dan murid atau pengikut mereka ada yang setuju, mendukung, atau bahkan terlibat aksi kekerasan. Hal itu mereka jadikan alasan bahwa HT tidak steril dari aksi kekerasan; buktinya ”lulusan” HT begitu. Komentar Ustad?
Dalam HT tidak ada istilah ’lulusan’. Yang keluar atau dikeluarkan dari HT tidak ada lagi hubungannya dengan HT. Siapapun yang menggunakan kekerasan tidak bisa dikaitkan dengan HT. Sebab, thariqah (metode) HT sendiri sangat jelas. Dalam upaya perubahan masyarakat, HT tidak melalui jalan kekerasan (violance).
Lalu seberapa kuat keyakinan HT bahwa metode dakwah tanpa kekerasan itu akan dapat mengantarkan pada tujuan melanjutkan kembali kehidupan Islam? Apakah HT akan terus memegang keyakinannya itu?
Rasulullah Muhammad saw. berhasil menegakkan Daulah Islam yang pertama di Madinah melalui perjuangan tanpa kekerasan. Jihad baru dilakukan Rasul setelah beliau memegang kekuasaan di Madinah. Perang Badar terjadi setelah Rasul hijrah ke Madinah memimpin masyarakat Islam yang pertama di sana. Itulah yang menjadi dasar keyakinan HT. Insya Allah HT akan terus memegang keyakinan itu. [( yang kami kutib dari majalah Al-Waie edisi 65 – Rubrik Hiwar )]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: