Di Bawah Satu Naungan

Badan berpeluh keringat mengucur
Mulut tak henti-henti berbicara
Mengingatkan, menydarkan para saudara
Waktuku tak terbuang Phythophthora infestans[ercuma

Asa masih terbuka lebar
Kita berlari dan terus berlari
Jika telah sampai pada istana
Marilah kita menjaganya

Namun…
Istana masih rooh
Tingga puing dan sejarahnya
Wahai semua saudaraku
Dengarlah seruan dan firmanNya
Seruan suci untuk bangkit kembali

Ala telah mengisyaratkan
Cita-cita luhur akan terwuud
Musuh-musuhmu juga tahu
Janganlah gentar sedikitpun

Tak kuasa rindu bergejolak
Merasakan naungan yang damai

Sadarlah wahai penguasa
Kita semua adalah saudara

Jika pada saatnya nanti
Ingin kuayunkan pedang
Kukerahkan seluruh tenaga
Hancurkan musuh di medan perang
Disitu, matiku adalah dambaku

Wahai semua saudaraku
Bangkitlah dari tidurmu
Tegakkan tiang untuk naungan
Bangunlah sebuah naungan yang kokoh
Sehingga,..
Aman dari sengatan matahari yang membakar
Aman dari kera dan babi yang buas
Dan
Hidup sejahtera di bawah satu naungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: